PENGARUH INFLASI, KURS DAN BI RATE TERHADAP NILAI AKTIVA BERSIH (NAB) REKSADANA SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2020-2024
Abstract
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh Inflasi, Kurs dan BI Rate terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana syariah di Indonesia periode 2020-2024 baik secara silmultan maupun parsial. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui data sekunder. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah reksadana syariah di Indonesia yaitu sebanyak 23 perusahaan. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara uji parsial variabel Inflasi berpengaruh terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana syariah di Indonesia periode 2020-2024. Kurs berpengaruh terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana syariah di Indonesia periode 2020-2024. BI Rate berpengaruh terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana syariah di Indonesia periode 2020-2024 Kemudian uji simultan antara variabel Inflasi, Kurs dan BI Rate berpengaruh terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana syariah di Indonesia periode 2020-2024. Secara parsial Inflasi berpengaruh terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) dengan nilai thitung (2,873) > ttabel (1,659). Secara parsial Kurs berpengaruh Nilai Aktiva Bersih (NAB) dengan nilai nilai thitung (2,068) > nilai ttabel (1,659). Secara parsial BI Rate berpengaruh Nilai Aktiva Bersih (NAB) dengan nilai thitung (4,071) > dari ttabel (1,659). Secara simultan Inflasi, Kurs dan BI Rate secara simultan mempengaruhi Nilai Aktiva Bersih (NAB) dengan nilai Fhitung (68,942) > Ftabel (2,690). Saran penelitian yaitu perusahaan perlu meningkatkan ketahanan portofolio reksa dana syariah terhadap fluktuasi makroekonomi dengan melakukan diversifikasi aset yang lebih selektif dan berbasis syariah, serta rutin melakukan rebalancing portofolio.
Keywords
Inflasi Kurs, BI Rate, Nilai Aktiva Bersih (NAB)
References
Apriyanto, M., dan Mayasari, I. (2022).Pengaruh BI Rate, Inflasi, dan Kurs Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah Campuran. Journal of Applied Islamic Economics and Finance, Vol. 2, No. 3, June 2022, pp. 559 – 568
Boediono. (2013). Seri Sinopsis Pengantar Ekonomi Makro. Yogyakarta: BPFE.
Dekkers, R., de Boer, R., Gelsomino, L. M., de Goeij, C., Steeman, M., Zhou, Q., Sinclair, S., & Souter, V. (2020). Evaluating theoretical conceptualisations for supply chain and finance integration: A Scottish focus group. International Journal of Production Economics, 220(July 2019). https://doi.org/10.1016/j.ijpe.2019.07.024
Efrinal, & Putriani, A. D. (2020). Pengaruh Indeks Harga Saham Gabungan, Nilai Tukar Rupiah dan Repo Rate Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah Di Indonesia Periode 2015-2018. AKRUAL Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 2, No. 2, 17-29.
Ekananda, M. (2014). Ekonomi Internasional. Jakarta: Erlangga.
Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor : 20/DSNMUI/IV/2001.
Fatwa Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi
Fitriyani, Y., Ratnani, M. R., & Aksar, N. Al. (2020). Pengaruh Variabel Makro Terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana Saham Syariah. Jurnal Studi Keislaman (Vol. 6). Retrieved from http://wahanaislamika.ac.id.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.
Gilarso, T. (2018). Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Yogyakarta : Kanisius
Giraudet, L. G. (2020). Energy efficiency as a credence good: A review of informational barriers to energy savings in the building sector. Energy Economics, 87, 0–40. https://doi.org/10.1016/j.eneco.2020.104698
Habib, A. M. (2023). Do business strategies and environmental, social, and governance (ESG) performance mitigate the likelihood of financial distress? A multiple mediation model. Heliyon, 9(7), e17847. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e17847
Hady, H. (2016). Manajemen Keuangan Internasional. Jakarta : Mitra Media Wacana.